RSS

OKNUM MAFIA HUKUM, SIAPA PELAKUNYA (bagian 2)

23 Mar

Pengadilan terhadap terdakwa Drs Anugerah Sutawiyana merupakan suatu
skenario yang besar dan luar biasa hebatnya. Maklum tujuan akhir ialah
pemerasan terhadap BCA, sebuah Bank terkemuka dan besar. Rencana pemerasan
meliputi jumlah dana sebesar Rp 600 Milyar, dan karena rencana besar
komplotan ini tidak tanggung-tanggung dan bekerja agak terang-terangan.
Pekerjaan ini disebut pekerjaan mafia hukum dan organisasi yang cukup rapi
dengan mengerahkan lapisan oknum-oknum penegak hukum yang secara kasat
mata diketahui bahwa oknum-oknum pekerja hukum yang melakukan pekerjaan
tercela bukanlah suatu rahasia. Negara ini seolah-olah sudah tidak ada
hukum, keadilan sudah runtuh dan kiamatlah bagi pencari keadilan. Yang
menggembirakan ialah adanya orang-orang yang masih bernaluri peri
kemanusiaan dan tidak rela bahwa hukum dipermainkan dengan demikian
pongahnya. ( SEMOGA SAAT INI JUGA MASIH ADA )

Sejarah hitam Agus Mulyantono alias Oen Yong Yiauw memang cukup hebat, ia
berganti agama dan masuk agama Islam untuk bertindak memakai topeng agama
(kasusnya akan ditulis dalam ceritera ini). Agus Mulyantono adalah adik
kandung sekalian kuasa dari Hadi Su kamto alias Oen Yong Ing. Hadi Sukamto
tadinya memiliki usaha bidang properti , disebabkan kegagalan bisnisnya
dan banyaknya kewajiban utang serta kekacauan dalam masalah keuangan, ia
melarikan diri dan bersembunyi di Jakarta, menghindarkan diri dari para
penagih utang. Setelah Agus berganti agama, ia mulai melancarkan serangan
ke Wihara Budha dan serangan ini didukung oleh kelompok yang dibayar.
Alasan serangan ialah lokasi Wihara tidak cocok dengan sekitarnya, padahal
Wihara tersebut telah bertahun-tahun berdiri. Agus sangat menginginkan
lahan Wihara untuk dijual karena letaknya cukup baik dan strategis. Sangat
disayangkan bahwa keserakahan menyebabkan Agus menghalalkan segala cara,
bahkan memperalat agama yang semestinya SAKRAL. Seorang Kyai
mengatakan bahwa perbuatan Agus sebenarnya merusak kerukunan umat beragama
dan mengadu domba antar agama. Apalagi sebagai orang keturunan Cina, kok
tega-teganya merusak kerukunan umat beragama dan jelas memojokan kelompok
orang-orang keturunan Cina yang kebetulan beragama Budha. Agus
mengorganisir anak buahnya agar melakukan demo-demo anti Wihara tersebut
dan mempergunakan orang-orang bayaran serta membeayai wartawan-wartawan
yang terhasut ataupun terkena kontaminasi duit. Selanjutnya Kyai tersebut
mengatakan bahwa orang seperti Agus Mulyantono tidak segan-segan
menghianati warga keturunan Cina yang masih satu suku bangsa dan dengan
gampang akan berganti agama manakala ia menghendaki sesuatu. Entah dari
mana Pak Kyai mendapatkan informasi dikatakanlah :” Dulu sewaktu ia
menginginkan proyek pembangunan gereja, Agus malah masuk agama Kristen dan
ia minta dibaptis oleh seorang pendeta dan sekarang ia masuk agama Islam.
Ini benar-benar sangat kurang ajar dan! sangat busuk.: berganti-ganti
agama, dari Khong Hu Cu berpindah keagama Kristen dan terus memeluk agama
Islam.”

Darimana Agus dan Hadi (Oen bersaudara) mendapatkan dana untuk mulai
operasi mafianya ? Mereka pertama kali sangat sukses dengan pemerasan
terhadap seorang nasabah BCA, orang tua yang telah pensiun. Pak Hartono
dan ibu Elly terlibat persengketaan dengan pihak Agus Mulyantono.
Kabarnya justru Pak Hartono merupakan nasabah inti dari BCA dan memiliki
kekayaan yang lumayan. Itulah sebabnya ia dijadikan sasaran dan memang
pertengkaran yang terjadi sebenarnya diprakarsai oleh Agus . Dengan
memakai berbagai alasan tak berhasil memeras Pak Hartono, Agus melalui
anak buahnya melakukan penculikan yang sangat keji. Ibu Elly sedang
dirawat karena sakit yang cukup berat dan penculikan ini akan berakibat
fatal seandainya tidak diselesaikan. Agus cukup jeli dengan mengorganisir
beberapa oknum kepolisian serta preman-preman Malang. Demi menyelamatkan
jiwa ibu Elly, pak Hartono dengan sangat terpaksa menyerahkan tanah serta
uang yang dimilikinya dan kabarnya beberapa milyar Rupiah. Dari sinilah
Agus melihat kemungkinan operasi yang lebih besar dan memungkinkan kedua
bersaudara tersebut menjadi orang kaya raya. Menculik seorang wanita tua
yang sedang dirawat di Rumah Sakit memang memerlukan jiwa binatang dan
kekejaman yang luar biasa. Dari sini kita bisa memaklumi bahwa jiwa
binatang Agus memang keji dan berdarah dingin. Kenapa ia tidak mencari
nafkah dengan cara halal dan terhormat ? Kenapa ia menjual kekejaman ,
mengadu domba umat beragama, melakukan operasi dengan sara – suku agama
rasialisme ? Dan kenapa ia berganti-ganti agama ?

Bagaimana cara menjerat Pak Anugerah ? Anugerah Sutawiyana sebagaimana
eksekutip sebuah Bank, bekerja sangat teliti dan sesuai dengan prosedur .
Dalam perbankan modern, seorang individu yang bekerja disektor perbankan
dituntut untuk bekerja dengan teliti, semuanya menurut prosedur,
peraturan-peraturan serta tradisi perbankan. Jadi seorang petualang tak
mungkin sanggup bekerja atau berkarir dibank ternama seperti BCA. Karakter
dasar ini harus mewarnai jiwa dan kebiasaan orang-orang perbankan, kecuali
bank- bank petualang yang dibuktikan hancur lebur sewaktu terjadinya
krisis moneter. Untuk menjerat seorang tokoh BCA semacam Pak Anugerah
memang diperlukan organisasi mafia dan penguasaan oknum-oknum pemegang
kekuasaan dikepolisian negara, dipengadilan negeri seperti jaksa dan hakim
dan Agus memang memiliki kemampuan menguasai oknum-oknum nakal tersebut,
bahkan Agus mampu sampai menguasai oknum universitas : beberapa orang
dosen dan mahasiswa kejepit kesulitan ekonomi.

Dari sidang-sidang yang tak pernah dihadiri oleh Hadi Sukamto sebagai
orang yang berkepentingan dalam perkara ini terlihat bahwa rekayasa jaksa
penuntut umum dan Agus Mulyantono memang agak keterlaluan. Dakwaan
seolah-olah dibuat-buat dan pembela terdakwa merasakan bagaimana rekayasa
pengadilan yang sangat memalukan ini terjadi. Bahkan pada suatu panggilan
sidang telah disiapkan oknum kepolisian untuk menahan dan memenjarakan Pak
Anugerah. Unsur-unsur dan pasal yang dituduhkan terkesan mengada-ada dan
ini merupakan KEJAHATAN pengadilan negeri Malang dengan beberapa oknum
penjual hukum. Jaksa Sucipto SH yang dikenal sebagai jaksa memeras dan
suka berbuat seenaknya dalam stiap perkara. Bagaimana mungkin nasabah
yang menghilang 10 tahun lebih dan tidak pern ah memenuhi kewajiban
membayar hutang bisa dimenangkan dalam perkara yang direkayasa tersebut ?
Agus juga menggunakan oknum mahasiswa melalui Formah – Forum mahasiswa
hukum peduli keadilan , ini paling merusak moral. Untungny! a permainan
ini terlalu kasar dan terlalu VULGAR sehingga bagi banyak pihak hukum
sangat memalukan kalau sampai pihak Agus Mulyantono dimenangkan. Dengan
intervensi Formah dan melakukan aksi-aksi teatrikal misalnya benar-benar
memalukan dan benar-benar ti dak tahu diri. Masak orang muda sudah mulai
berbuat tidak bermoral demi uang ? Seharusnya Civitas Akademika berdiri
netral dalam setiap perkara, dan bukannya mencampuri perkara dan berpihak
kepihak kebathilan. Ini sangat disesalkan : kerusakan moral angk atan muda
mahasiswa Universitas terkenal seperti Universitas Negeri Brawijaya.
Berita-berita yang dimuat diberbagai harian menunjukan betapa pemutar
balikan keadilan, betapa rusaknya bangsa Indonesia dan betapa memalukannya
dialam reformasi masih saja be rgentayangan orang seperti Agus Mulyantono
dengan memanfaatkan SARA, memanfaatkan preman-preman, mahasiswa goblok dan
hakim serta jaksa kotor. Insya Allah, semoga keadilan ditegakkan. Amien .

 
Leave a comment

Posted by on 23 March 2010 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: