MODEL PENDIDIKAN DI SINGAPORE


Indonesia dengan seabrek kurikulumnya ternyata masih ketinggalan dibanding Singapore. Sistem pendidikan di Singapore lebih fokus dengan mengedepankan minat bakat siswa. Siswa tidak dipaksa masuk jurusan IPA atau sebaliknya IPS dan Bahasa dianggap sebagai jurusan buangan.

Jurusan ke arah bisnis di Singapore ternyata  lebih diminati dibanding jurusan lainnya. Anak-anak yang mempuyai bakat di bidang sain, sejak dini memang sudah diarahkan ke bidang yang diminati tersebut. Laboratorium mereka sudah menyediakan kebutuhan peserta didik, mulai dari pertukangan, bahasa, elektronika dan sebagainya.

Sekolah juga sudah mempunya link dengan perguruan tinggi dan perusahaan untuk mendukung program pendidikan yang dicanagkan. Jumlah siswa tiap kelas juga dibatasi rata-rata hanya 25 siswa. Interaksi guru dan siswa begitu terjalin dengan baik, namun deikian disiplin tetap diterapkan dengan ketat.

Untuk menegakkan disiplin, siswa yang melanggar tata tertib disediakan tempa khusus di ruang terbuka, duduk di kursi kemudian disuruh diam dan merenung tentang kesalahannya. Apabila kesalahan telah dilakukan sangat sering, maka yang bersangkutan ada sanksi lain yang lebih berat sampai dikeluarkan dari sekolah.

Lebih hebat lagi, tidak saya temukan seorang siswa pun di Singapore yang menenteng hand phone (HP) di lingkungan sekolah. Ternyata sekolah memang melarang murid-muridnya membawa alat komunikasi tersebut. Sungguh sangat berbeda dengan negeri tercinta Indonesia, siswa begitu bebas membawa HO, bahkan yang multimedia dan berfasilitas lengkap. Begitu lengkapnnya sampai-sampai HP dimanfaatkan untuk hal-hal yang kurang terpuji, misalnya memngambil gambar adegan porno atau menyimpan dokumen yang tidak semestinya.

Indonesia dilihat dari Singapore seperti negara yang kaya raya karena hampir setiap siswa punya HP mahal, dan gaya hidupnya glamour. Berapa duit habis digunakan untuk membeli pulsa, kemudian digunakan untuk Face book yang kurang penting. Internet masih banyak disalahgunakan, bukan untuk cari ilmu, tapi malah cari hal-hal yang sia-sia bagi tujuan hidup mereka.

Di bidang kebersihan, Singapore jauh lebih bersih dibanding Indonesia yang mayoritas penduduknya masih kemproh suka buang sampah sembarangan. Ini semua tergantung sistem yang mengatur dan kesadaran individu yang benar-benar harus terus diperbaiki.

Apabila pembaca ingin membuktikan sendiri, bagaimana model pembelajaran di Singapore dan bagaimana kehidupan masyarakat sehari-hari yang terkenal bersih dan disiplin, silahkan datang kenegeri tetangga tersebut, dijamin akan tercengang dan malu melihat negeri sendiri.

Demikian sekelumit oleh-oleh dari Singapore

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s