RSS

Al-Islam

MUI: ESQ BUKAN ALIRAN KEAGAMAAN


Antara – 7 Februari 2011 via YMCetak

Jakarta (ANTARA) – ESQ bukan aliran atau paham keagamaan, tetapi merupakan lembaga pelatihan yang mengangkat ajaran Islam untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar berakhlak mulia.
Penegasan tersebut disampaikan H.M.Ichwan Sam selaku Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada acara silaturahim dengan para pengurus MUI di Gedung Menara ESQ 165 di Jakarta, Senin. Pada acara terebut hadir sejumlah ulama dan tokoh masyarakat.
Bersamaan dengan acara itu diserahkan Sertifikat Kesesuaian Syariah kepada ESQ Leadership Center yang menegaskan bahwa pelatihan serta buku ESQ sesuai dengan syariah dan tidak mengandung unsur yang diharamkan.
Pemberian sertifikat kesesuaian syariah kepada ESQ tersebut didasari atas penelitian cukup panjang dimana masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan ESQ tak mengalami degradasi akhlak, kata Ichwan Sam.
Tokoh agama KH Didin Hafidhuddin, yang ikut hadir pada acara tersebut mengatakan, setelah lembaga pelatihan ESQ memperoleh sertifikat tersebut, diharapkan semua pihak memperoleh kejelasan tentang kehadiran ESQ.
Klarifikasi dan penelitian yang dilakukan pihak MUI diharapkan semua pihak dapat memberi dukungan kepada pendiri ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian.
“Ini adalah aset bersama. Jika ada kurang kejelasan, bisa diperjelas dan disempurnakan. Kehadiran ESQ amat penting berkaitan dengan upaya perbaikan karakter bangsa,” kata Didin.
Sebelumnya Ichwan Sam menjelaskan bahwa pemberian sertifikat tersebut terkait dengan mencuatnya pernyataan salah seorang mufti di salah satu negara bagian Malaysia. Mufti tersebut menilai pelatihan ESQ dianggap menyimpang dari butir-butir ajaran Islam.
Setelah dilakukan pengkajian cukup lama, hal itu tak terbukti, kata Sam.
Pernyataan serupa juga datang dari ulama asal Malaysia, Datu Hasbullah yang ikut hadir dalam acara penyerahan sertifikat itu.
Katanya, dari 14 mufti yang ada di Malaysia hanya satu yang memberi penilaian “menyerang”. Lagi pula mufti tersebut ketika diajak bermusyawarah menolak dan tak bersedia membuka diri.
Penilaian bernada “minor” dari mufti tersebut, menurut Hasbullah, tanpa didahului penelitian mendalam. Yang bersangkutan tak pernah hadir ketika pelatihan dilakukan. “Dia juga tak mau membuka diri untuk bermusyawarah,” ia menjelaskan.
Hilang keraguan
Pendiri ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian dalam penjelasannya mengatakan, dengan dikeluarkannya sertifikat dari MUI maka segala keragu-raguan masyarakat baik di dalam negeri maupun luar negeri soal haram-halalnya ESQ, tidak ada lagi.
MUI telah berbulan-bulan melakukan berbagai kajian mendalam mengenai materi dan cara pengajaran ESQ dan hasilnya ternyata menunjukkan hasil yang baik, yaitu sesuai dengan syariah.
Sertifikat tersebut disahkan oleh KH. Ma`ruf Amin selaku Ketua dan Drs.H.M.Ichwan Sam selaku Sekretaris Jenderal.
MUI telah melakukan proses pengkajian, penelitian dan verifikasi oleh Tim Khusus yang dibentuk, di bawah Komisi Fatwa MUI.
Ary mengatakan dirinya memberikan apresiasi yang besar kepada MUI karena telah memberikan kepedulian yang tinggi kepada ESQ Leadership Center sehingga bisa membuktikan bahwa apa yang selama ini dilakukan pihaknya tidak ada yang bertentangan dengan syariah.
Adanya sertifikat ini diharapkan bisa membuktikan dan menyakinkan kepada masyarakat luas bahwa ESQ bukanlah sesuatu hal yang melanggar syariah, kata Ary

 

 

 

MENGAPA IBLIS TERPAKSA BERTAMU ROSULULLAH S.A W.

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

“Siapa yang memaksamu?”
Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Orang Yang Dibenci Iblis
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”
Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?”
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

“lalu siapa lagi?”
“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci.”

“Siapa lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

“Apa tanda kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”

” Selanjutnya apa?”
“Orang kaya yang bersyukur.”

“Apa tanda kesyukurannya?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

“Usman bin Affan?”
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

“Ali bin Abi Thalib?”
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

“Jika ia berhaji?”
“Aku seperti orang gila.”

“Jika ia membaca al-Quran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

“Jika ia bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“Mengapa bisa begitu?”
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”

“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“Sedekah yang diam – diam.”

“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Shalat fajar.”

“Apa yang dapat memukul kepalamu?”
“Shalat berjamaah.”

“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”

“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”

“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
“Di bawah kuku manusia.”

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”
“Pemakan riba.”

“Siapa sahabatmu?”
“Pezina.”

“Siapa teman tidurmu?”
“Pemabuk.”

“Siapa tamumu?”
“Pencuri.”

“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir.”

“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan cerai.”

“Siapa kekasihmu?”
“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

 

 

 

 

 

KEAJAIBAN AL-QURAN DAN ILMU PENGETAHUAN (bagian 1)

Diselamatkannya Jasad Fir’aun


“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu” [QS 10:92]

Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi Ramses II Dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya. Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as.

Injil & Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah swt, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Perhatikan bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, dan tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat ditemukan beliau (karena di Injil & Taurat pun tidak disebut). Makam Fir’aun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: